Tuesday, May 30, 2017

Megahnya Gunung Krakatau


Kali ini jalan-jalan saya menggunakan jasa Open Trip yang ada di media sosial bersama beberapa teman, perjalanan di mulai di hari jum'at tanggal 19 Mei 2017 kami berkumpul di Pelabuhan Merak Pukul 23.30 WIB. Jam 5 Pagi kita sampai di Dermaga Canti ± 2 jam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni Lampung. Selama perjalanan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi kita akan disuguhi pemandangan cantik dengan  gugusan pulau-pulau di latari langit biru karena cuaca sedang bersahabat saat itu, bulan yang baik untuk datang kesana memang sekitar bulan Mei-Oktober karena ombak tidak terlalu tinggi dan cuaca sedang cerah.
Dermaga pulau Sebesi, yang selalu ramai dengan kapal nelayan maupun kapal wisatawan.

Sesampainya di Pulau Sebesi kita di sambut  ramah oleh masyarakat pulau sebesi. Perlu diketahui Pulau Sebesi merupakan pulau yang cukup besar dan tergolong cukup maju, Sekolah-sekolah formal dari mulai PAUD, SD, SMP, SMA ada di pulau ini. Sangat di sayangkan listrik di sini belum 24 jam aktif dikarenakan di Pulau Sebesi masih menggunakan Listrik dengan tenaga Disel jadi listrik di jatah menyala hanya pada malam hari. 

Kapal Laut yang digunakan selama perjalanan di Pulau-pulau 
Sekilas mengulas sejarah  ± 100 tahun yang lalu seluruh warga Pulau Sebesi tewas menjadi korban erupsi dahsyat Gunung krakatau yang terjadi pada tahun 1883, letusannya memberikan imbas dahsyat bagi Bumi, iklim cuaca berubah, abunya sampai ke Afrika dan Australia yang jaraknya ribuan kilometer dari Gunung Krakatau.
Sensasi Naik di atas kapal lebih seru daripada naik wahana di Dufan 
Sore harinya kami di antar ke beberapa spot snorkling di sekitar pulau sebesi dan berakhir di pulau umang-umang yang letaknya persis di depan pulau Sebesi dan tidak terlalu jauh. Di pulau Umang-umang saya dan teman-teman menikmati senja dengan ber senorkling sambil menunggu sun set.





Hari Sabtu pagi jam 03.00 WIB saya dan teman-teman beserta rombongan lain mulai berangkat menuju Gunung Anak Krakatau, informasi dari Nahkoda Kapal yaitu Bapak Candra perjalanan dari Pulau Sebesi ke Gunung Anak Krakatau akan menempuh waktu kurang lebih 2 jam - 3 jam perjalanan dikarenakan ombak yang tinggi.

Gunung Anak Krakatau
Sesampainya di Gunung Anak Krakatau saya dan teman-teman menikmati makanan yang telah di sediakan karena akan butuh tenaga untuk mendaki Gunung Anak Krakatau. 

Pintu Masuk Cagar Alam Krakatau
Vegetasi tumbuhan yang ada di Gunung Anak Krakatau adalah Pohon cemara, setelah kira-kira berjalan selama ± 45 menit sampailah saya dan teman-teman di bahu Gunung Anak Krakatau, perlu diketahui bahwa sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau pada Tahun 2011 para pengunjung atau wisatawan dilarang untuk mendaki sampai ke puncak Gunung Anak Krakatau, karena kontur tanah yang labil dan masih aktif nya Gunung tersebut.

Puncak gunung Krakatau yang sejak 2011 sudah tidak boleh di daki.
Ternyata tidak hanya wisatawan dalam negeri saja yang tertarik akan sejarah dan keindahan gugusan Gunung Krakatau, wisatawan mancanegara juga ramai datang berkunjung. setelah ngobrol dan tanya-tanya sedikit dengan bahasa inggris yang tidak seberapa dengan wisatawan asing tersebut, saya mendapat informasi bahwa mereka tertarik ingin menikmati alam Gunung Krakatau dan ingin melihat sisa-sisa erupsi Gunung Krakatau dan menyaksikan sendiri Gunung Anak Krakatau yang muncul setelah Puluhan tahun setelah erupsi.

Latar belakang foto merupakan Gunung Krakatau, yang dapat terlihat dari Gunung Anak Krakatau 
Tidak cukup rasanya 2 hari mengeksplorasi Gunung krakatau dan pulau-pulau di sekitarnya. Tetap jaga lingkungan dan terus jalan-jalan.

Tunggu cerita saya selanjutnya ya....



Tuesday, March 14, 2017

Cantiknya Surga Tersembunyi Gunung Semeru

Holaaa

Aku mau cerita-cerita soal perjalanan aku ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Memang sih jalan-jalannya udah 1 th yang lalu, tapi karena ada teman yang bilang untuk tulis di blog, voilaa jadilah aku tulis ceritanya.

Jam 09.00 WIB aku berangkat naik truk bareng teman-teman pendaki lain dari pasar Tumpang ke Ranu Pane. Sesampainya di sana aku daftar di pos pendaftaran pendaki, lalu siap-siap buat jalan. Saat masuk ke jalur pendakian biasanya kita di kasih plastik sampah, biar kita bawa pulang lagi sampah-sampah kita, tetap jaga kebersihan ya teman.

Perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo di tempuh selama ± 6 Jam, dikarenakan badan aku yang gembul dan lumayan sering berhenti makanya aku baru sampe di Ranu Kumbolo Sore hari. Biasanya dari Pos 1 - Pos 3 ada tukang jualan, dan jajanan favorit aku adalah semangka karena bikin seger hehehehe.

Perjalanan selama 6 jam terbayar sudah dengan pemandangan yang spektakuler, asli keren banget.
Setelah diriin tenda, bersih-bersih dan masak aku menikmati pemandangan cantik Ranu Kumbolo sambil nyemil atau sekedar minum coklat panas, yah siapa tau di tenda samping ada cowo lucu, dengan berbekal nawarin cemilan atau minuman siapa tau berlanjut jalan bareng (namanya juga usaha).



Suhu nya lagi 6 ˚C


Besok Pagi nya aku berangkat pagi menuju kali mati, pos terakhir sebelum sumit. setau aku sudah tidak bisa lagi kita nge camp di arcopodo soalnya info yang aku dapat baru ada longsor 2/3 hari sebelum aku berangkat. lagi-lagi karena bandan aku yang gembul dan hoby banget berhenti jadi setelah berangkat jam 8 pagi aku baru sampe jam 1 siang.

Sebelum sampai Kali Mati

Sesampainya di Kali Mati aku manfaatin waktu untuk istirahat, karena nanti malam jam 12 akan berangkat untuk sumit. Jam 12 malam berangkatlah aku, banyak juga teman-teman pendaki lain yang berangkat. Tapi memang tidak jodoh jam 3 dini hari sampai di arcopodo, karena fisik sudah tidak kuat akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi ke kali mati.
Sedih sih, tapi keselamatan lebih penting dari apapun, Kuat atau tidak nya fisik kita, ya kita yang paling tau.

jam 11 siang aku mulai kembali kebawah, dan akhirnya jam 11 malam aku sampai di Ranu Pane.

Cantik nya Semeru selalu membuat aku untuk kembali..